HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL DENGAN TAKSIRAN BERAT JANIN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JOGONALAN I KLATEN
Keywords:
Kadar Hemoglobin, tekanan darah, taksiran berat janin, ibu hamilAbstract
Anemia dan hipertensi merupakan masalah kesehatan global pada kehamilan yang dapat berdampak pada pertumbuhan janin, termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Data Puskesmas Jogonalan I menunjukkan adanya kasus anemia dan BBLR, sehingga perlu diteliti lebih lanjut hubungan faktor-faktor tersebut dengan taksiran berat janin (TBJ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dan tekanan darah ibu hamil dengan taksiran berat janin di Puskesmas Jogonalan I Klaten. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling. Sampel berjumlah 52 ibu hamil trimester III. Data kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter, tekanan darah diukur dengan tensimeter digital, dan TBJ dihitung menggunakan rumus Johnson-Toshach berdasarkan pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 11,73 g/dL (SD: 1,27), tekanan darah sistole 114,50 mmHg (SD: 15,99), diastole 78,21 mmHg (SD: 11,10), dan TBJ 2425,25 gram (SD: 623,18). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan TBJ (r=0,054; p=0,703), tekanan darah sistole dengan TBJ (rho=0,242; p=0,084), dan tekanan darah diastole dengan TBJ (rho=0,256; p=0,067). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan tekanan darah ibu hamil dengan taksiran berat janin di Puskesmas Jogonalan I Klaten. Karakteristik sampel yang optimal (usia reproduksi sehat, pendidikan memadai, status gizi normal, dan frekuensi ANC tinggi) diduga menjadi faktor protektif yang meminimalkan dampak negatif variasi hemoglobin dan tekanan darah terhadap pertumbuhan janin.